Hold the Door : Karena Game of Thrones Gak Bisa Dibikin Seperti Naruto

Hold the Door

Hold the Door menjadi tanda bahwa Game of Thrones akan tetap menarik walaupun melampaui bukunya

Game of Thrones season 6 episode 5 kali ini berjudul The Door. Sebuah judul sederhana namun ternyata maknanya mendalam. Hal ini terkait dengan adegan paling greget di episode ini -mungkin paling greget seantero season, bahkan bisa jadi untuk keseluruhan episode Game of Thrones.

-SPOILER ALERT, lanjutkan baca jika tidak bermasalah dengan pembahasan plot utama episode ini-

Hold the door!
Hold the door
Hol the door
Holthedoor
Holedoor
Holdor
Hodor
Hodor….

Cuplikan adegan ini maknanya begitu dalam. Sebuah frase “Hold the Door” ternyata adalah awal mula “lahirnya” Hodor. Ironisnya, ini juga menjadi tanda akhir hidup Hodor -sepertinya begitu, rasanya tidak mungkin ia selamat dari amukan White Walker- dan tak pelak ini menjadikan Hodor salah satu karakter -bahkan menjadi yang paling- heroik di Game of Thrones ini.

Namun bukan pembahasan adegan, plot, maupun prediksi Game of Thrones yang akan Penulis bahas di sini. Melainkan penjabaran sudut pandang dari penulis berdasarkan episode-episode yang telah berjalan -khususnya Game of Thrones season 6 episode 5 kali ini-. Karena ini yang membuat Game of Thrones berbeda dari serial TV adaptasi, atau bahkan dibandingkan kartun, yang jalan ceritanya telah melampaui buku novel adaptasinya.

Game of Thrones bukanlah Naruto

Buat yang heran kenapa saya bawa-bawa Naruto di Game of Thrones ini, kurang lebihnya begini.

Game of Thrones bukanlah Naruto. Kita tahu bahwa industri serial TV maupun animasi sangat pesat dan cepat. Tidak aneh ketika sebuah novel seperti A Song of Ice and Fire atau pun manga seperti Naruto diadaptasi menjadi serial TV atau pun animasi, maka yang terjadi adalah versi layar kaca ini justru akan melampaui progres dari versi cetaknya. Karena proses membuat cerita ataupun menggambar komik tidak secepat seperti proses syuting layar kaca ataupun produksi animasi yang melibatkan orang banyak dan teknologi mutakhir, proses kreatif pada novelis atau pun misalnya pada mangaka membutuhkan waktu -dan mood- untuk menghasilkan karya terbaik.

Tak heran jika pada kasus animasi seperti pada Naruto, terjadi pembuatan episode filler. Episode filler adalah rangkaian episode yang tidak terkait dengan plot utama -atau jarang sekali yang bisa terhubung dengan plot utama, walaupun saya tidak pernah melihat contoh kasusnya- yang dibuat sebagai “jeda waktu” antara episode animasi atau TV dengan progres cetaknya. Dalam kasus Naruto ini malah menunjukkan kasus yang ekstrim. Gak nanggung-nanggung, episode filler-nya bisa sepanjang satu tahun sendiri! Itu belum termasuk ratusan episode filler lainya di sepanjang season.

Jangan tanya saya siapa itu di sebelah Naruto, kagak ada di manga nya

Tapi Game of Thrones tidak bisa dibuat episode filler seperti Naruto. The show must go on. Konon rangkaian A Song of Ice and Fire akan terdiri dari 7 buku, namun buku yang terakhir terbit adalah A Dance with Dragons terbit pada 2011 – dan itu sudah 5 tahun yang lalu. Sedangkan buku ke 6,  The Winds of Winter -katanya- masih dalam penulisan, dan entah kapan George R. R. Martin sang penulis A Song of Ice and Fire akan menuntaskan penulisan The Winds of Winter -dan tentunya belum termasuk proses penerbitan bukunya yang juga memakan waktu!

Tentunya ini membuat Game of Thrones tidak mungkin membuat episode filler layaknya Naruto. Apa pemirsa mau menyaksikan 5 tahun episode filler menunggu terbitnya novel selanjutnya? Penulis rasa tidak mungkin. Tentunya aneh jika sutradara Game of Thrones harus mempertahankan karakter dan cerita sembari menunggu penerbitan novel selanjutnya.

Sehingga pilihannya tidak lain adalah melanjutkan ceritanya, terlepas dari bayang-bayang novelnya

Game of Thrones mungkin akan terlepas dari bayang-bayang A Song of Ice and Fire, tapi setidaknya Tormund akan membayang-bayangi Brienne 😆

Dan melihat dari episode The Door ini, Penulis menilai ini berhasil. Setidaknya hingga sekarang.

Greget pada Novel Selanjutnya

Ini adalah salah satu yang Penulis khawatirkan. Frase “Hold the Door” ini konon merupakan ide George. Maka tidak aneh jika adegan ini akan muncul di buku ke-6 The Winds of Winter. Tapi perlukah George memunculkan Hold the Door ini…lagi… pada novel tersebut? Mengingat gregetnya bisa jadi akan berkurang dengan kemunculan Hold the Door di episode The Door tersebut.

Hal ini berbeda dengan salah satu adegan greget lainnya yaitu The Red Wedding. The Red Wedding dimana merupakan pembantaian besar-besaran pihak House of Stark yang dirancang oleh Lord Walder Frey untuk menggagalkan penyatuan House of Stark dan House of Frey. Ketika The Red Wedding muncul di episode The Rains of Castamere , beberapa orang telah tahu akan adanya adegan itu karena tercantum dalam novel. Walaupun beberapa hal yang terjadi di episode ini punya greget yang berbeda dengan novelnya -seperti saya yang masih tetap shock menyaksikan first blood dari eksekusi yang terjadi, karena tidak ada di bukunya.

Mendengar lagu “Rains of Castamere” tidak akan pernah sama sejak peristiwa The Red Wedding

Tentunya patut ditunggu apa yang akan disajikan George dalam novelnya. Apakah Hold the Door kembali hadir? Ataukah ada plot twist yang lebih greget siap mengejutkan pembaca?

Lord of the Rings, The Walking Dead, dan X-Men Days of Future Past

Menyaksikan Game of Thrones episode The Door ini membuat sensasi tersendiri bagi Penulis. Rasanya melihat dasar cerita aksinya mengingatkan pada 3 film dan serial TV terkemuka.

Tentu saja jika berbicara tentang medieval, mahluk mistik, sihir, dan perang ksatria, tidak aneh jika terasa seperti cerita epik Lord of the Rings. Pada dasarnya dunia yang dibuat oleh J.R.R Tolkien biasa dijadikan tolak ukur cerita epik yang ada karena begitu kompleks dan komplitnya pengejewantahan dari Tolkien.Tidak terkecuali nuansa peperangan di Game of Thrones pun jadi terasa se epik Lord of the Rings.

Barangkali Nazgûl adalah kerabat jauh White Walker?

Bahkan pada adegan White Walker memegang tangan Brann, mengingatkan saya ketika Nazgûl menghunuskan pedang ke dada Frodo. Interaksi antar dimensi yang tidak terduga ini yang Penulis rasa kemiripannya.

Sedangkan jika berbicara tentang mayat hidup, The Walking Dead menjadi serial TV yang gregetnya paling terasa.Maka ketika Game of Thrones kembali menghadirkan White Walker dengan pasukan wights, nuansa zombie apocalypse pun terasa kental seperti The Walking Dead. Apalagi wights bukan zombie yang pelan namun bisa berlari kencang dan mempunyai nalar dengan intruksi dari  Night King.

Selain itu ketika Bran Stark mengalami vision ke masa lalu ia bisa merasuki Wylis -Hodor di masa kecil- ia menanamkan pesan pada Wylis. Sayangnya ini membuat Wylis ayan dan berteriak-teriak “Hold the Door!”. Inilah yang menjadi asal mula Hodor.

Intervensi Bran ke masa lalu mengingatkan Penulis akan cerita komik X-Men: Days of Future Past. Jika pada versi film layar lebarnya, Kitty Pryde mengendalikan mental seseorang untuk kembali pada pikirannya di masa lalu, yang pada kasus ini adalah Wolverine, dengan harapan mencegah kiamat mutan dan manusia akibat Sentinel yang berevolusi.

Kalau di Game of Thrones ada Stark, di X-Men ada Trask… dan sama-sama ada Peter Dinklage…

Entah apakah Bran bisa kembali memengaruhi masa lalu seperti halnya X-Men: Days of Future Past, namun tentunya ini berpotensi membuat plot cerita yang menarik -atau justru membuat semuanya berantakan-.

Makna Heroisme

Game of Thrones boleh dipenuhi dengan para Ksatria berpedang, Penyihir dengan mantra ajaib, atau bangsawan negosiator ulung dalam menjaga kedamaian. Namun Hodor tampil dari rakyat jelata, tidak punya kemampuan apa pun selain tubuh yang besar dan tenaga yang kuat. Perannya di The Realm ini ternyata bukan hanya mendampingi Bran Stark dalam quest nya mencari three-eyed crow, namun juga melindungi Bran hingga akhir hayatnya.

Perannya di dunia The Realm sangat sederhana: menahan pintu dari serangan White Walker. Namun adegannya terasa tragis dan mengharukan. Pengorbanannya membuat makna tersendiri bagi sikap laki-laki dan nilai kepahlawanan. Hodor, karakter yang tampak cacat mental ini, bahkan punya peran sangat heroik. Sebuah makna yang menarik kembali dihadirkan oleh Game of Thrones.

Sebagai bukti bahwa heroisme Hodor ini memberi kesan yang mendalam, pencarian google atas keyword: Hodor mengalami lonjakan drastis pada bulan Mei 2016 ini.

hodor

Begitu juga dengan term “Hold the Door”

hold the door

Menarik untuk menanti kegregetan -entah apa itu adalah sebuah kata yang lazim atau tidak- dari Game of Thrones episode selanjutnya. Feeling Penulis, sepertinya ini bukan peristiwa tragis terakhir di dunia The Realm

 

 

Advertisements

Kartu Pop-Up Berbentuk Cup Cake

Kartu Pop-Up Berbentuk Cup CakeBaru-baru ini saya mencoba membuat kartu pop-up berbentuk cup cake. Setelah saya mencari di internet, saya tidak menemukan bentuk pop-up yang ingin saya cari. Jadi saya mengacu pada bentuk yang mendekati saja.

Basic kartu pop-up ini saya mengacu pada blog ini :

How to make a Birthday Cake or Wedding Cake Pop-Up Card

Dan video tutorialnya bisa dilihat di sini :

How to make a Birthday Cake or Wedding Cake Pop Up Card Tutorial: Part 1

How to make a Birthday Cake or Wedding Cake Pop Up Card Tutorial: Part 2

Baris pertama

Ini adalah bentuk eksperimen kartu pop-up yang saya buat, bedanya pada tutorial acuan saya kue nya terdiri dari 2-3 tier, kali ini saya ubah jadi 1 tier saja agar mendekati bentuk cup cake.

Baris kedua

Inilah bentuk kartu saat dilipat, seperti yang bisa dilihat, ternyata transformasi kartu saat dilipat dan dibuka tidak serumit yang kita kira. Hanya saja saya kekurangan waktu untuk mencari bahan base untuk cup cake nya, karena bahan yang paling bagus sebenarnya jika memakai pita. Kalau memakai kertas, diusahakan tipis agar tidak terlihat patahan saat kartu dilipat.

Baris ketiga

Setelah eksperimen bentuk, baru saya terapkan ke kartu pop-up yang saya buat. Tapi tetap saja ada modifikasi yang saya buat pada bagian atas cup cake (istilahnya apa ya? Icing? Saya sendiri tidak mengerti tentang dunia per-cup cake-kan sih… :P) yang saya buat lebih lebar dan saya beri lipatan agar bentuknya mendekati kubah (ya memang tidak terlalu dapat sih bentuknya, hehehe)

Memang bentuk cup cake ini masih jauh daripada cup cake aslinya. Semestinya saya mengacu pada bentuk pop-up mangkuk, tapi karena keterbatasan waktu eksperimen jadi bentuknya saya buat mendekati saja. Barangkali teman-teman punya masukan lain agar kartu pop-up berbentuk cup cake ini bisa lebih bagus di lain kesempatan.

I hope you like it!
Cheers,

T

Google’s Doodle versi Olimpiade 2012

Walaupun Google bukanlah sponsor resmi Olimpiade London 2012, tapi google membuat berbagai doodle (doodle: tampilan gambar saat membuka halaman google.com yang selalu berubah pada event-event tertentu) yang bertema olimpiade.

Yang menarik, selain menampilkan gambar-gambar dari cabang olahraga tertentu, google juga membuat mini game flash yang unik dan tentunya bertema olimpiade. Mini game ini membuat user harus mencapai poin tertentu dan tidak pelak sesekali para user memamerkan rekor-rekor tertinggi yang bisa mereka capai di jejaring sosial media yang ada.

Beberapa mini game bertema olimpiade yang pernah dipasang google antara lain:

– Lari Halang Rintang

alamat: https://www.google.com/doodles/hurdles-2012

cara main: tekan tombol panah U+2190.svg & U+2192.svg secara bergantian, semakin cepat penekanannya semakin cepat si pelari berlari, tapi di tengah jalan akan ada rintangan dan kita harus menekan spacebar agar pelari menghindari rintangan. Semakin cepat akan semakin baik, untuk itu hindari semua rintangan yang ada agar pelari melaju cepat.

– Lempar Bola Basket

alamat: https://www.google.com/doodles/basketball-2012

cara main: untuk melempar bola cukup tekan spacebar, tapi semakin lama ditekan akan semakin jauh lemparannya. Kekuatan lempar dapat dilihat dari indikator bola, semakin berwarna merah maka lemparan semakin jauh. Dalam beberapa lemparan, si pelempar akan semakin jauh mengambil jarak lemparan, untuk itu diperlukan timing dan feeling agar bola yang kita lempar bisa masuk.

– Dayung Kanoe

alamat: http://www.google.com/doodles/slalom-canoe-2012

cara main: untuk mendayung tekan  U+2190.svg & U+2192.svg , tapi di tengah jalan akan ada rintangan berupa batu, bendera, dan lain sebagainya, untuk menghindarinya harus menekan arah U+2191.svg atau U+2193.svg, tapi jangan ditekan sekaligus agar kanoe nya dapat belok dengan rapih. Tujuannya adalah mencetak rekor yang paling cepat melewati alur sungai.

– Meghalau Bola (Kiper)

alamat: http://www.google.com/doodles/soccer-2012

cara main: untuk menghalau bola cukup tekan U+2190.svg atau U+2192.svg sesuai arah bola, kalau bola melambung, halau dengan spacebar agar kiper melompat. Kita akan diberi kesempatan 3 kali gagal, dan penendang akan terus-menerus menendang bola tanpa henti. Targetnya adalah menghalau bola sebanyak mungkin.

Bagaimana dengan rekor Anda? Untuk game halang rintang rekor saya 12 detik, untuk basket 39 poin!

😀

Emoticon-Emoticon Cute

Entah siapa yang memulai trend emoticon. Semenjak pemakaian emoticon pada saat chatting online, percakapan chat menjadi terasa lebih hidup. Hal ini dikarenakan emoticon (istilahnya sendiri tersusun atas kata “emotion” dan ” icon”) mampu mewakili ekspresi kita dengan cara yang simpel tanpa perlu dijelaskan lewat kata-kata.

Apalagi semakin lama emoticon semakin berkembang. Dahulu standar emoticon paling berupa :), :D, dan semacamnya. Tetapi saat ini, semenjak Blackberry semakin populer banyak font-font unik yang mulai digunakan sebagai emoticon. Dan seiring berkembangnya social network, seringkali emoticon tidak hanya dipakai saat chat saja, tapi sering ditemukan dalam status atau tweet.

Berikut adalah beberapa emoticon unik dan lucu yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Mungkin Anda sendiri ada usulan tambahan emoticon selain yang saya tampilkan di sini? 😀

~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

(˛•̃•̃)/(•̃•̃¸)

(˘̩̩̩ – ˘̩̩̩) (˘̩̩̩o˘̩̩̩ƪ) (˘̩̩̩^˘̩̩̩ )

~(˘.˘~) (~˘.˘)~

(っˆз(˘⌣˘)

(Q╰_╯)–○☆‎(X,☉”)

\(‾ω‾\) ƪ(‾ω‾)ʃ (/‾ω‾)/

(˘⌣˘)ε˘`)

(ˇ__ˇ)—O)ˇзˇ)

ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

ε(˘⌣˘)⌣˘`)з

(☉˛x”)ƪ(˘-˘)

~(*.*~)(~*.*)~

( ◦’⌣’)_,/(‘⌣’ )

(҂`☐´)︻╦̵̵̿╤─── /(˚☐˚!)/

ƪ(˘▽˘)┐┌(˘▽˘)ʃ

( ˆ⌣ˆ)人(ˆ⌣ˆ )

(” `з´ )_,/”(>_<‘!)

o(ˇ▼ˇ o)(o ˇ▼ˇ)o

( ◦˘ з˘(◦’ںˉ◦)

(ノ `Д´)ノ ~┻━┻ \(˚O°”)/

\(!!˚☐˚)/ \(˚☐˚!!)/

ƪ_(☉▿▿▿▿▿▿☉)_ʃ

( ¬ _ ¬ ) ノ * ( > ˛ < )

(´▽`) – c<ˇ εˇ)

( • )(•ԅ(ˆ⌣ˆԅ)

(¤ `д´)┌┛☆)`з’)

( • )( • )ε˘`)

(~´з( • )(•ԅ(ˆ⌣ˆԅ)

(¬_¬)–o(✗_✗)

♡ ː̗̀(ɔ ^(••)^)♡´(••)` c)ː̖́ ♡

┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ

(⊃.⊂)ƈīĽűĸ..٩(◑.◑)۶⪪ªªªĦ..

(˘_˘”)ƪ(´˛`“)

Fuck!凸=(´Д`)ノ you!

ƪ(´O`)┐ Ήººªªaм◦•◦∙ ηGªTǜk

(っ‾з(•˘▽˘•)

◎( ̄^ ̄)====◎)>_<”)

ヘ(^_^ヘ) (ノ^_^)ノ

(゚o´(┗┐ヽ(・.・ )ノ

o(¬ ¬”)–o *hakdesh

<( ‾▿‾)-σ• (‾o‾”) nih upil

(–o`-´)–o ≈☁≈

(╯‵□′)╯””┻━┻☆(>○<)

(҂ `з´ ).︻╦̵̵̿╤──—☆‎(ノ´Д`)ノ

┐(ˆ⌣ˆ┐)(┌ˆ⌣ˆ)┌

(҂ `з´ ).︻╦̵̵̿╤── (°▽|°||l)ː̖́

\(‾▿‾\)┌(_o_)┐(/‾▿‾)/┌(_o_)┐

o(^^o)(o^^)o

\(#`⌂´)/┌┛*(☆,✗)

(ˇ▼ˇ)-cԅ(‾.‾҂)–c<• Y •)

ƪ(◦”̮◦)ʃ ƪ(°,◦)ʃ

(>_<)○——(^o^)○

(•̪●)=ε/̵͇̿̿/’̿’̿ ̿ ̿̿ ̿ ̿””

~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

(*,_,)ノ⌒● ƪ(°͡o°”)ʃ

\(‾o‾ \) ~ ~ ~ ː̗̀◄—{>,( `ε´ >) =3

(ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

\(‾▿‾\) \(´▽`)/ (/‾▿‾)/

ƪ(˘̩̩̩_˘̩̩̩)┐(ʃ˘̩̩̩з˘̩̩̩)ʃ ƪ(˘̩̩̩ε˘̩̩̩ƪ)┌(˘̩̩̩_˘̩̩̩)ʃ

ƪ(°͡▿▿▿▿▿▿°”)͡ƪ

\(‘O’\) (/’.’)/ \(‘O’\)

ƪ(˘˛˘ƪ) ƪ(˘⌣˘)ʃ (ʃ˘¸˘)ʃ

(~´з( • )( • )ε˘`)

~(‾.‾~) ~(‾.‾)~ (~‾.‾)~

(⌣́_⌣̀)\(‘́⌣’̀ )

ƪ(˘⌣˘ƪ) (ʃ˘⌣˘)ʃ

c(ˆ -̮ ˆc)

(¯―¯٥ )

(ˆ▿ˆ)σ

((y)ˆ ³ˆ)(y)

(•‾⌣‾•)

ヅツ

(⌣́_⌣̀)

(•̯͡.•̯͡)

(―˛―“)

(¬˛ ¬ ”)

ƪ(˘o˘“ƪ)

(¬.¬͡)

( ° △ °|||)

(˘⌣˘)♥ε˘`)

(•‾⌣‾•)

ƪ(`˘з˘)ʃ

(✖╭╮✖)

( •`˛´• )

ƪ(‾ε‾“)ʃ

(˘̩̩̩.˘̩ƪ)

(づ ̄³ ̄)づ

°\(^▿^)/°

( ˘͡ -˘͡)

(˘◦◦˘”)

\(°`Δ´°)/

(ˇ_ˇ’!l)

(˘̩̩̩^˘̩̩̩)

ξ/(ˇ▽ˇ)/ξ

(з´⌣`ε)

Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

ƪ(˘⌣˘)ʃ

(♥͡з♥͡)

❀‿❀

\(^ω^\)

(ง ˘͡ -˘͡)ง

๏̯͡๏

˘•˘

(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)

(●¯▽¯●)

(;°○° )

(●⌒∇⌒●)

ƪ(●‾з‾●)ʃ

ƪ(ˇ▼ˇ)¬

Ҩ(° ̯˚)Ҩ

(●ˆ▽ˆ●)/

♥(´▽`ʃƪ)”

(╭ ̄3 ̄)╭♡

(ʃ´ټ`)ʃ

(¬-̮¬)

(•̃┌┐•̃’l)

(●ⁿ⌣ⁿ●)づ

♉( ̄▿ ̄)♉

(≧╭╮≦)

•╮(⌒ヮ⌒)╭•

(‾˛‾”)

(●‾.‾)=╦̵̵̿╤──

(“•˘~˘•)‎

(✗_✘)

(Θ˛Θ )

(。・ω・。)

(〃^∇^)ノ

(ʃ⌣ƪ)

(。>д<)

◕‿◕

(´ʃƪ`)

(¯(∞)¯)

╮(“╯_╰)╭

ƪ(☉_☉)ʃ

(っ>ω<)っ

( ˘͡ -˘͡)

(•´O`•)

ヽ( ´ー`)ノ

(っ ̄³ ̄)っ” ♡

(˘╭╮˘)

(⌒ε⌒*)

(●̮̮__●̮̮)

Ϟ(o•‘_’•o)Ϟ

(・Ω・)ノ

(•͡˘_˘ •͡)

(‘▿^)♉

ƪ(‾(••)‾)ʃ‎

Щ(ºДºщ)

(•̯͡.•̯͡)

ƪ(ˇOˇ’!l)‎ʃ

┌(_o_)┐

ƪ(˘ڡ˘)ʃ

(_ _ ✗)

(»˘o˘«)

ε=ε=┏( >_<)┛

(“•˘З˘•)

ƪ(˘o˘ƪ)

ː̗̀(☉,☉)ː̖́

( ̄へ ̄)

ƪ(ˆ⌣ˆƪ)

(⌒˛⌒ )

(´~`)

(‾ε‾“)

—(•·÷__÷·•)—

(˘ з ˘)

(┌_┐)

(‵▽′)ψ

( ° -`ω´-)

Ψ(`∇´)ψ

(˘̩̩̩.˘̩ƪ)

(¬-̮¬)_┌┛

(ʃˇ̩̩^ˇ̩̩ƪ)

(•͡˘ε˘ •͡“)

°•(>̯┌┐<)•°

(σ‾_‾)-σ

(>̯͡⌣<͡)

(‾-ƪ‾)

(‾⌣‾”٥)

( ≈ˆ3(¯▾ˆ◦)

(*˘з(˘⌣˘*)

It’s Hammer Time!

Sebidang dinding akan lebih indah dengan adanya lukisan. Sebuah lukisan tidak akan terpasang kalau tidak dipaku. Sebuah paku tidak akan tertanam kalau tidak diketok palu. Bagi Anda yang suka berkegiatan carpenter, memaku mungkin adalah hal biasa dan mudah.

u3o8c - Click for Next Image...

Tetapi tidak semua orang bisa memaku (…entah kenapa kalimat ini kaya’nya gak penting ya). Jika Anda tidak terbiasa, bersiaplah 1-2 jari Anda justru yang akan terketok palu. Pastinya hal ini sangat menyakitkan, bahkan mungkin saja akan melukai Anda.

Tapi bukan berarti Anda mesti tergantung pada suami Anda, atau terpaksa mencari tukang kayu untuk sekedar memaku paku ke dinding, atau saat Anda menyusun lemari IKEA yang baru saja Anda beli. Ada cara sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri untuk bisa memaku yang lebih aman yaitu dengan menggunakan..

Sisir

Ya! Dengan menggunakan sisir, Anda bisa menjepit paku agar dapat dipalu dengan mudah. Hal ini akan membuat jari Anda lebih aman dan menghindari luka akibat salah ketok palu.

mq3j5 - Click for Next Image...

Walaupun begitu jari Anda harus benar memosisikan sisir dan paku agar tidak terjatuh saat Anda menjepit pakunya, dan juga tidak terlepas saat Anda mengetok palu ke paku.

wuukk - Click for Next Image...

Tips tambahan:

– Pakailah sisir bekas! Anda tentu tidak ingin bekas serpihan paku justru hinggap di rambut Anda. Dan kemungkinan sisir ini akan mudah rusak karena terpukul palu. Maka pakailah sisir bekas, walaupun sudah patah pun tidak masalah asalkan Anda masih bisa menjepit paku di antara gigi sisir.

Chip ‘n Cord

Bread ties atau klip penanda pada roti sering kita pakai untuk melihat tanda kadaluarsa dari sebuah produk roti. Dan dengan desain yang sedemikian rupa, klip ini praktis digunakan untuk mengikat kemasan roti yang kita buka, agar bisa kita simpan dan terhindar dari jamur dan kotornya udara sehingga roti tidak segera membusuk.

7kd3v - Click for Next Image...

Namun jangan langsung membuang klip ini jika roti sudah habis! Karena klip roti ini masih bisa kita manfaatkan, lho. Salah satunya klip roti bisa kita pakai sebagai…

Penanda Kabel

bcus2 - Click for Next Image...

Caranya mudah, tinggal kita tulis nama atau jenis alat elektronik yang kabelnya akan kita tandai pada permukaan klip, lalu pasang di ujung dekat colokan kabel. Dengan begini, kita tidak perlu menebak-nebak mana kabel charger telepon, mana kabel adapter laptop, tanpa perlu mengurai kabel dari ujung ke ujung.

Tips tambahan:

– Kumpulkan klip roti dengan berbagai jenis warna. Lalu tentukan warna untuk jenis alat elektronik tertentu. Hal ini akan lebih mempermudah Anda menandai kabel tanpa perlu melihat nama yang Anda tulis pada klip.

yvama - Click for Next Image...

Amplaslah klip roti terlebih dahulu hanya agar tulisan pada klip hilang. Anda akan bisa menulis nama kabel pada kedua sisi klip. Jangan sampai Anda mengamplas terlalu banyak, agar warna klip masih bisa terlihat.

Life Hack

4i3ke - Click for Next Image...

How to hack a life?

Apa sih yang dimaksud dengan “life hack”?  Apakah ini semacam program komputer? Mungkin di dunia komputer ada istilah ini, tapi life hack yang saya bahas di sini sama sekali tidak terkait dengan pemrograman komputer mana pun. Lalu kenapa bisa muncul istilah life hack?

Yang dimaksud dengan life hack pada postingan ini adalah segala perbuatan yang sangat sederhana, tapi dengan disadari atau tidak akan memudahkan aktivitas kita sehari-hari. Saking besarnya dampak kemudahan yang dihasilkan, maka seolah-olah kita seperti melakukan “hack” pada kegiatan yang kita lakukan tersebut.

Hal yang perlu dilakukan sangat sederhana. Bahkan alat dan bahan yang diperlukan tidak bisa dikatakan mahal, bahkan seperti memanfaatkan barang-barang di sekitar kita dari yang tampak tidak terpakai hingga barang yang sudah dianggap sebagai sampah. Karena kesederhanaan yang berdampak besar inilah maka orang-orang menyebutnya sebagai “life hack”.

Berikut adalah tips-tips sederhana yang bisa mempermudah kegiatan Anda yang akan disatukan dalam kategori “life hack”.

– Chip ‘n Cord

It’s Hammer Time!

Kartun Karateristik Golongan Darah

Hehehe, ini lucu banget deh, dapatnya dari milis jadi belum ketahuan siapa dalang pembuatnya. Apalagi yang ini sudah di-“translate” ke bahasa Indonesia (yang gak baik dan gak benar tentunya… 😆 )

Apakah cocok dengan karakter golongan darah Anda? Saya yang A ada beberapa kecocokan loh!!



Sumber : tolong yang bikin kartun jenaka ini bisa kasih informasi ke saya, soalnya sudah disangkain saya yang bikin padahal bukan… tuh, golongan darah A jujur dan terukur kan?

Sumber yang ditemukan : http://www.nofussnomuss.blogspot.com (Bahasa Jepang) dan http://www.iqbalreza.blogspot.com (Bahasa Inggris)

Inspirasi penamaan DotA

Pada dasarnya DotA bukan sebuah map resmi WarCraft. Hal ini membuat penamaan Hero dan item di DotA bukan nama-nama resmi WarCraft walaupun beberapa juga mengambil nama-nama Warcraft, namun lebih banyak mencomot mitologi, game on-line, game kartu, bahkan hingga anime. Namun variasi penamaan inilah yang memeriahkan permainan DotA itu sendiri.

Penamaan pada item antara lain :

> Aegis of the Immortal : Perisai milik Athena, dewi Yunani

> Buriza-do Kyanon : Crossbow unik dari Diablo II

> Aghanim’s Scepter : Agahnim, final boss yang muncul di Zelda

> Cranium Basher : Palu dari Diablo

> Dagon : Dewa dalam Semitic

> Eaglehorn : Panah dalam Diablo

> Eul’s Scepter of Divinity : Penghormatan kepada kreator DotA, Eul. Begitu juga dengan Guinsoo

> Eye of Skadi : Skadi adalah istri dari Ull dalam mitologi Norse, dewi musim dingin.

> Hands of Midas > Midas adalah tokoh dari mitologi Yunani yang bisa membuat emas dari sentuhannya

> Heart of Tarrasque : Mahluk abadi di Dungeons & Dragons, juga mahluk mistis perpaduan naga, singa, dan kalajengking, juga boss mini dalam StarCraft.

> Lothar’s Edge : Penghargaan untuk Sir Anduin Lothar, the Champion of Azeroth, pahlawan the First War dalam WarCraft dan WarCraft II

> Messerschmidt’s Reaver : Kapak dari Diablo

> Monkey King Bar : Tongkat Son Goku, kera sakti dalam mitologi China. Juga senjata di Phantasy Star Online

> Black King Bar : Senjata dari Phantasy Star Online

> Necronomicon : Buki fiksi buatan H.P. Lovecraft, juga buku terkuat Cecilia di RPG Wild Arms, juga muncul di film Army of Darkness

> Nathrezim Buckler : Nathrezim atau Dreadlords adalah ras di WarCraft, seperti Balaanar – The Night Stalker

> Sange : Pedang di Phantasy Star Online

> Yasha : Pedang di Phantasy Star Online, juga iblis dalam mitologi India

> Stygian Desolator – Senjata dari Anarchy Online. Penamaannya berasal dari Sungai Styx dalam mitologi Yunani (Stygian berarti dari milik Styx), sungai yang memberi keabadian.

> Shiva’s Guard :Shiva dewa dalam agama Hindu

> Armlet of Mordiggian : Mordiggian adalah karakter fiksi dalam mitos Cthulhu, juga monster dari EverQuest II

Penamaan pada Hero antara lain :

> Abaddon : (dalam bahasa Hebrew artinya “kehancuran”) Nama malaikat yang jatuh ke dasar bumi dari Book of Revelation, buku terakhir dari Injil. Juga karakter kuat dari Warhammer

> Aggron Stonebreaker : Nama seekor Pokemon (ya ampun… 😆 )

> Akasha : Satu dari lima elemen dalam agama Hindu. Juga nama dari Queen of the Damned dari bukunya Anne Rice

> Anub’arak : Nerubian crypt lord, Hero di Warcraft III: The Frozen Throne

> Atropos : Nama dari 3 dewi takdir di mitologi Yunani, yang mengatur kematian.

> Azwraith : Karakter ini menggunakan model tokoh dari Final Fantasy X, Kimhari

> Banehallow, Lycanthrope : Lycanthropy, adalah kemampuan manusia untuk berubah wujud menjadi serigala, seperti werewolf.

> Barathrum : Merupakan kata Latin dari “underworld”

> Black Arachnia : “Black Arachnia” merupakan karakter dari serial TV Beast Wars Transformers. Dia berwujud laba-laba betina dari Predacons

> Bradwarden : Karakter berupa Centaur dari bukunya R.A. Salvatore yaitu The Demon Awakens

> Furion : Pemimpin Night Elves di Warcraft III

> Ezalor : Ulti Ignis Fatuus merupakan nama dari fenomena munculnya cahaya yang biasa muncul di daerah padang rawa, mirip Will ‘o the Wisp.

> Harbinger : Ulti Sanity’s Eclipse merupakan kartu Legendary Creature dari Magic The Gathering. Fungsi menghabiskan kartu mirip dengan Harbinger yang menghabiskan MP dan HP.

> Kel’Thuzad – Murid The Lich King di Warcraft III

> Knight Davion : Skill Dragon Blood merupakan kartu artifact dari Magic The Gathering, punya efek memperkuat +1/+1 sedangkan Davion memiliki tambahan HP regen dan Armor

> King Leoric : Karakter dari Diablo yang anaknya terasuki iblis

> Krobelus : Karakter misionaris dalam Summoner 2.

> Lanaya : Psi Blades merupakan senjata Zealot, unit Protoss dari StarCraft

> Leshrac : Karakter dari Magic: The Gathering.

> Leviathan : Monster laut legendaris. Skill Kraken Shell merupakan armor unik di Diablo II.

> Lina Inverse : Karakter spellcaster dari Slayers, sebuah manga dan anime terkenal.

> Lucifer : Malaikat (archangel itu apa sih, iblis ya?) yang jatuh dalam dosa dari tradisi Kristen.

> Luna Moonfang : Spell Lucent Beam merupakan spell Lumina dari Secret of Mana.

> Magnus Magnataur : Dari fisikawan Jerman, Heinrich Magnus yang menjelaskan fenomena fisik dengan sebutan Magnus effect, ulti dari Magnataur, Reverse Polarity mirip dengan Magnus effect tersebut.

> Medusa, Gorgon : Seekor monster dari mitologi Yunani yang membuat lawan membatu melalui tatapan. Ini diwakili oleh skill Purge yang memperlambat musuh, namun tidak sampai membatu.

> Meepo : Karakter berupa mahluk Kobold dari Dungeons and Dragons

> Mercurial : Terinspirasi dari Mercury, dewa Yunani. Juga nama artis yang menggambar loading screen untuk versi 6.28 dan seterusnya.

> Mogul Kahn : Mogul bereferensi kepada dinasti Farsi-Mongolia yang pernah menguasai daerah Afghanistan, Balochistan, dan subkontinen India (seperti Babur, Akbar), sedangkan Kahn adalah penyalahtulisan dari “Khan”, artinya komandan, pemimpin dari istilah Persia.

> Morphling : Sang shapeshifter dari Magic: The Gathering, yang dapat mengubah stats dirinya.

> Mortred : Mungkin namanya berasal dari Mordred. dalam legenda Raja Arthur, Mordred merupakan pengkhianat yang beberapa kali melukai Arthur. Mortred juga tester map DotA buatan Eul

> Nai’x : Wujudnya mungkin mengikuti Gollum dari Lord of the Rings. Hal ini bisa dilihat pada story text Hero-nya yang mirip kisah Gollum, walaupun sedikit dimodifikasi karena Gollum tidak mencuri cincin dari raja.

> Naga Siren : Mahluk laut mitologi Yunani berupa setengah manusia setengah ikan yang nyanyiannya mampu melenakan para pelaut. Ini diwakili dari ulti Song of Siren yang membuat musuh sekitar tertidur.

> Nevermore, The Shadow Fiend : Mungkin terinspirasi dari puisi Edgar Allan Poe berjudul “The Raven”.

> Nortrom : Bisa jadi berasal dari nama Nordom, karakter di Planescape Torment. Bisa juga merupakan lelucon dari Norton, perusahaan software anti-virus sedangkan Nortrom adalah hero anti-magic.

> Puck, Faerie Dragon : Karya Shakespeare A Midsummer Night’s Dream terdapat peri bernama Puck. Juga mahluk mitologi berupa peri yang dipercaya sebagai roh alam ataupun roh darat.

> Pudge, Butcher : The Butcher adalah monster dari Diablo. Ulti Pudge juga berasal dari perkataan The Butcher

> Raigor Stonehoof, Earthshaker : Tidak ada referensi spesifik, namun Earthshaker dan spell-nya merupakan kartu creature dan instant dari Magic The Gathering

> Raijin Thunderkeg, Storm Spirit : Raijin merupakan nama dewa petir dalam mitologi Jepang, dan Storm Spirit merupakan kartu creature dari Magic The Gathering

> Razor : Ulti Storm Seeker merupakan kartu instant dari Magic The Gathering.

> Rexxar : Orc setengah ogre yang membantu berdirinya Durotar dalam Warcraft III: The Frozen Throne

> Rhasta : “Rhastafari”, sebuah kelompok religius di Jamaica, dan aksen troll juga memakai aksen orang Jamaica

> Rikimaru : Karakter ninja dalam Tenchu : The Stealth Assassins

> Shendelzare Silkwood : Spell Magic Missile merupakan nama spell di Dungeons and Dragons, juga di Baldur’s Gate II

> Squee and Spleen : Squee adalah karakter goblin dari Magic: The Gathering

> Strygwyr : Ulti Rupture merupakan kartu sorcery dari Magic The Gathering

> Sven : Body Builder dari Swedia dengan slogannya “I want to pump *clap* you up!”. Tertulis dalam penjelasan ability Toughness Aura (“Sven is here to pump you up!”) dan ulti God’s Strength (“Sven gets pumped up! Adds bonus damage for 25 seconds.”)

> Syllabear – Karakter buatan Syl-la-ble dari Clan TDA yang bersama Guinsoo mengembangkan DotA Allstars. Menjadi tanda peninggalannya sebelum ia pergi.

> Tiny : Ukuran kecilnya adalah sebuah lelucon karena nantinya ia akan membesar seperti raksasa.

> Ulfsaar – Mahluk Furbolg yang dinamai seperti danau dari Norwegia Ulfsark, prajurit yang mengenakan kulit binatang untuk menakuti lawannya; kata lainnya Ulfsarks adalah Berserkers, artinya “Bear strength”. Berserk mirip skill Ulfsaar Overpower.

> Venomancer : Ulti Poison Nova merupakan spell dari Diablo II, cara cast dan efek keduanya mirip, sebuah spell poison yang memiliki Area of Effect .

> Vol’Jin : Bangsa troll berprofesi Witch doctor dari Darkspear Tribe di Warcraft III dan World of Warcraft

> Yurnero, The Juggernaut : Ulti Omnislash, merupakan limit break omnislash milik Cloud Strife dari Final Fantasy. Jagann*th, artinya raja dunia, gelar dari Vishnu, yang juga diartikan sebagai kekuatan yang menghancurkan segala yang ada di jalurnya.

> Zeus : Pemimpin dewa-dewa Zeus. dewa petir. Di DotA Zeus merupakan spellcaster spesialis petir.

Sumber : http://www.wowwiki.com dan banyaaaaaak sekali…mohon klik kanan lalu properties untuk melihat sumber gambar yang ada karena sulit untuk mengkategorikannya satu per satu…terima kasih